Setitik Harapan

Begitu banyak hal yang ku pelajari, tentang kisah hidupku, tentang cinta. Namun aku sendiri belum mengerti hadirnya. Karenanya, kadang buatku bahagia, kadang timbul amarah, kesal sendiriku dibuatnya. Sempatku merasa cemburu dan hilang arah. Bahkan sampai air mata tak dapatku atur deras arusnya yang keluar dari tiap pipi ini. Hanya karena aku bisa merasakannya, merasa dicinta. Aku takut untuk memulainya, membuka kembali lembar hidupku yang seharusnya, menuliskan kisahnya melalui satu tinta, hanya satu saja yang tersisa. Entahlah, jawab hatiku hanya pada sang waktu. Dan ku berharap tidak ada yang sia-sia dari penantian ini, aku ingin tetap setia, memuja, memohon, bersujud, meminta atas segala harapku pada Mu, Ya Allah Ya Robb. Pintaku, jangan biarkanku sendiri.

180410-16.21

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: